Jumat, 24 Oktober 2014

400 days in Paradise

Apakah anda pernah mendengar sebuah lagu yang dimainkan oleh band asal inggris Coldplay yang berjudul "Paradise" ? Saya cukup sering mendengarnya, meski saya tak yakin benar apakah ada suatu tempat di dunia ini yang bernama Paradise (Surga / Taman) baik didunia ini atau didunia yang lain. oia, saya tidak akan membahas mengenai Coldplay, band yang digawangi oleh Chris Martin itu. tapi hanya meminjam judul salah satu lagunya tadi, yang mengingatkan saya tentang suatu tempat di negeri ini yang banyak disebut orang sebagai Surga atau Paradise.

Ini bukan kali pertama saya menginjakkan kaki di pulau ini, beberapa tahun yang lalu saya pernah pula berkunjung, tepat setelah terjadinya peristiwa memilukan disalah satu sudut jalan legian, kuta yang sibuk itu. setelah lebih dari 10 tahun berlalu, dampak dari peristiwa tersebut mulai berkurang, terkecuali mungkin bagi para keluarga korban. setidaknya itulah yang saya lihat dan amati, kegiatan pariwisata kembali bergairah meski mungkin tak sehingar - bingar  sebelum peristiwa mengejutkan itu terjadi. wisatawan asing masih terus berdatangan, sebagian besar masih berasal dari negeri jiran Australia, mereka menganggap pulau ini rumah kedua baginya atau semacam halaman belakang rumah mereka. begitu pula dengan wisatawan jepang, mereka sepertinya tak pernah bosan untuk terus datang kembali dan kembali lagi.

Saya suka harum dupa yang terbakar di malam hari, sesuatu yang sulit saya temui di tempat asal saya, kini menjadi aktivitas yang saya lihat tiap hari meski bukan saya yang membakarnya, ataupun suara gamelan yang dinamis pada saat pertunjukkan tari yang selalu saya saksikan tiap minggunya. saya suka kostum para penarinya yang membuat seorang perempuan menjadi terlihat semakin perempuan.